Tampilkan postingan dengan label kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kita. Tampilkan semua postingan
Mak ayah tiri kita jahat
Label: ayah, jahat, kita, mak, tiri7 Jul 2013
Oleh MANIRAH OTHMAN
manirah.othman@kosmo.com.my
manirah.othman@kosmo.com.my
AHMAD bersama isteri, Toh Puan Norliza Mahmud melawat tiga beradik mangsa dera ibu dan bapa tiri di HSNZ di Kuala Terengganu semalam.
KUALA TERENGGANU - Budak mangsa dera, Mohd. Rafiq Haikal Yusman enggan memaafkan ibu kandung dan bapa tirinya atas perbuatan kejam pasangan itu mendera dia dan dua adik lelakinya, Mohd. Aqil Zaquan, 2, serta Mohd. Afiq Hazwan, 5, di sebuah rumah di Gong Badak di sini.
Kanak-kanak berusia tujuh tahun itu, berkata, ibu dan bapa tirinya zalim apabila sanggup melihat dua jari kaki kirinya mengalami kecacatan kekal akibat melecur apabila disimbah air panas beberapa bulan lepas.
Menurutnya, dia dan dua adiknya itu juga diperlakukan seperti binatang apabila diikat dengan tali, dicucuh puntung rokok dan kena gantung pada kipas.
Katanya, dia percaya nasib malang itu tidak akan menimpa ke atas dirinya dan dua adiknya jika bapa kandungnya masih hidup dan tinggal bersama.
"Kami tidak suka dan tidak sayang mak dan ayah (tiri) kita, sebab dia jahat, ayah (kandung) baik kita dah mati, kita tak akan maafkan mak dan ayah yang jahat itu.
"Kami kena ikat dengan tali, dicucuh (puntung) rokok, kena gantung pada kipas, kena simbah air panas dan banyak lagi," ceritanya.
kosmo.com.my
Polis Thailand berlembut dengan pendemo Katanya kita semua adalah orang Thailand
Label: adalah, berlembut, dengan, katanya, kita, orang, pendemo, polis, semua, thailand 3 Dis 2013
Pendemo mencuba menerobos tembok penghadang (bangkokpost.com)
Bangkok - Polis Thailand membiarkan para demonstran masuk ke dalam ibu pejabat polis dan juga melewati barikade yang melindungi pejabat Perdana Menteri Thailand. Hal ini meredakan ketegangan yang terjadi di Bangkok selama dua hari terakhir yang diwarnai pertempuran antara polis dengan demonstran.
Alasan sikap berlembut polis yang sebelumnya gencar menghalau demonstran dengan gas pemedih mata dan meriam air ini tidak diketahui pasti. Namun hal ini terjadi setelah polis menyatakan mereka tidak akan lagi menggunakan kekerasan untuk mempertahankan pejabat mereka dari ribuan demonstran antipemerintah yang merancang sasaran para polis .
Para demonstran juga dibiarkan saja mendekati pagar pejabat PM Yingluck Shinawatra atau yang juga disebut Government House. Tak ada perlawanan dari para polis yang berjaga di lokasi, seperti yang terjadi selama dua hari sebelumnya. Barikade yang sebelumnya mereka jaga dengan ketat, telah ditinggalkan para polis .
Puluhan demonstran yang menyerbu masuk ke ibu pejabat polis polis di Bangkok juga dibiarkan saja. Bahkan beberapa demonstran terlihat berjabat tangan dengan para polis yang ada di lokasi. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (3/12/2013).
Ketua Polis Metropolitan, Letnan Jenderal Kamronwit Thoopkrajang menuturkan, pihaknya tidak akan berusaha mencegah para demonstran masuk ke ibu pejabatnya. "Balai Polis Metropolitan adalah milik publik," ucapnya.
"Tidak akan ada penggunaan gas pemedih mata hari ini. Tadi malam, satu anggota polis cedera akibat tembakan senjata, jadi jika kami terus melawan tentu akan ada lagi korban yang cedera, dan kita semua adalah orang Thailand," imbuh Kamronwit.
Di sisi lain, kelembutan sikap polis ini diakui oleh para demonstran sebagai kemenangan mereka atas pertempuran melawan pemerintah. "Kemenangan ada di tangan tentera rakyat. Kami bertinjauan menduduki seluruh fasiliti penting pemerintah," teriak salah satu koordinator unjuk rasa, Issara Somchai kepada demonstran lainnya.
Demonstran mendorong agar PM Yingluck undur dari jabatannya dan pemerintahan digantikan oleh semacam dewan rakyat yang berisi perwakilan kelompok pembangkang. Atas permintaan ini, Yingluck menolak kerana
Alasan sikap berlembut polis yang sebelumnya gencar menghalau demonstran dengan gas pemedih mata dan meriam air ini tidak diketahui pasti. Namun hal ini terjadi setelah polis menyatakan mereka tidak akan lagi menggunakan kekerasan untuk mempertahankan pejabat mereka dari ribuan demonstran antipemerintah yang merancang sasaran para polis .
Para demonstran juga dibiarkan saja mendekati pagar pejabat PM Yingluck Shinawatra atau yang juga disebut Government House. Tak ada perlawanan dari para polis yang berjaga di lokasi, seperti yang terjadi selama dua hari sebelumnya. Barikade yang sebelumnya mereka jaga dengan ketat, telah ditinggalkan para polis .
Puluhan demonstran yang menyerbu masuk ke ibu pejabat polis polis di Bangkok juga dibiarkan saja. Bahkan beberapa demonstran terlihat berjabat tangan dengan para polis yang ada di lokasi. Demikian seperti dilansir AFP, Selasa (3/12/2013).
Ketua Polis Metropolitan, Letnan Jenderal Kamronwit Thoopkrajang menuturkan, pihaknya tidak akan berusaha mencegah para demonstran masuk ke ibu pejabatnya. "Balai Polis Metropolitan adalah milik publik," ucapnya.
"Tidak akan ada penggunaan gas pemedih mata hari ini. Tadi malam, satu anggota polis cedera akibat tembakan senjata, jadi jika kami terus melawan tentu akan ada lagi korban yang cedera, dan kita semua adalah orang Thailand," imbuh Kamronwit.
Di sisi lain, kelembutan sikap polis ini diakui oleh para demonstran sebagai kemenangan mereka atas pertempuran melawan pemerintah. "Kemenangan ada di tangan tentera rakyat. Kami bertinjauan menduduki seluruh fasiliti penting pemerintah," teriak salah satu koordinator unjuk rasa, Issara Somchai kepada demonstran lainnya.
Demonstran mendorong agar PM Yingluck undur dari jabatannya dan pemerintahan digantikan oleh semacam dewan rakyat yang berisi perwakilan kelompok pembangkang. Atas permintaan ini, Yingluck menolak kerana
menganggapnya bertentangan dengan perlembagaan.
Yingluck mengajak demonstran untuk duduk bersama mencari solusi. Namun ajakannya ini ditolak oleh demonstran dan mereka menyatakan akan meneruskan aksinya hingga pemerintah memenuhi tuntutan mereka. Pada Isnin (2/12) kelmarin, bentrokan diwarnai oleh tembakan peluru getah dan gas pemedih mata serta meriam air oleh polis yang menjaga pejabat PM Yingluck. Sementara Yingluck sendiri telah dipindahkan ke lokasi rahsia.
Yingluck mengajak demonstran untuk duduk bersama mencari solusi. Namun ajakannya ini ditolak oleh demonstran dan mereka menyatakan akan meneruskan aksinya hingga pemerintah memenuhi tuntutan mereka. Pada Isnin (2/12) kelmarin, bentrokan diwarnai oleh tembakan peluru getah dan gas pemedih mata serta meriam air oleh polis yang menjaga pejabat PM Yingluck. Sementara Yingluck sendiri telah dipindahkan ke lokasi rahsia.
- Pendemo menggunakan bulldozer untuk runtuhkan tembok penghadangTak hanya bulldozer, mereka juga menurunkan alat berat crane.