Tampilkan postingan dengan label kerana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerana. Tampilkan semua postingan

Kerana Bulunya Habis Burung Kakak Tua Ini Dibuatkan Sweater

. Minggu, 29 Desember 2013
0 komentar


Seekor burung kakak tua bernama Charlie terlihat begitu modis dengan sweater yang dikenakannya. Bukan hanya sebagai aksesoris, sweater rajutan yang dibuat oleh pemilik barunya itu dibuat agar Charlie tidak kedinginan – setelah dirinya mematuk dan memakan bulunya sendiri sampai habis.
Seperti yang dilansir laman Mirror, burung itu begitu kelaparan sehingga ia mencabut dan memakan bulunya sendiri untuk bertahan hidup setelah ditelantarkan oleh pemilik sebelumnya.
Tidak tega dengan keadaannya, kini pemilik barunya, Rebecca Blagg (47), membuatkannya sebuah sweater kecil dalam berbagai warna agar membuatnya tetap hangat.
g3g2oflv copy
Charlie dibuatkan sweater oleh Rebecca agar ia tetap hangat (Sumber : Mirror.co.uk, uniknya.com)
Burung itu ditemukan oleh Rebecca saat ia tengah bekerja di pusat penyelamatan burung kakak tua di Nottinghamshire. Charlie sempat diselamatkan oleh dokter haiwan, namun burung itu dibawa pulang oleh Rebecca untuk dirawat.
Rebecca mengatakan bahwa saat ditemukan, keadaan Charlie begitu menyedihkan. ” Kes pemeliharaan buruk yang pernah kulihat,” ungkapnya.
“Dia mematuk dirinya dan memakan bulunya sendiri untuk bertahan hidup. Ia berada di ambang kematian dan aku hanya ingin memberinya kesempatan hidup,” tambahnya.
Rebecca dilaporkan telah menyelamatkan ratusan burung kakak tua di negaranya. Lebih dari 100 burung beo telah ia rawat dirumahnya. Dan kini Charlie hidup damai bersama mereka.
Burung beo Electus berwarna hijau itu pun mencintai sweater yang ia kenakan. Bahkan Charlie menolak untuk melepaskannya. (**)
Sumber :   Mirror.co.uk, uniknya.com

 sumber 
Read More..

Enam Orang Dihukum Mati kerana Menari Bersama di Pesta Pernikahan

. Minggu, 15 Desember 2013
0 komentar

 
Hanya kerana menyanyi dan menari di pesta pernikahan, empat wanita dan dua lelaki Pakistan dijatuhi hukuman mati. Hukuman ini dijatuhkan kerana mereka menyanyi dan menari bersama-sama dalam satu ruangan.

Seperti dilansir olehSydney Morning Herald, Selasa (29/5/2012), majlis ulama setempat mengeluarkan keputusan tersebut setelah rakaman video yang menunjukkan keenam warga Pakistan tersebut menyanyi dan menari bersama tersebar di masyarakat. Video tersebut diambil oleh seseorang dengan telepon genggam dalam acara pernikahan di desa terpencil di Distrik Kohistan, sekitar 176 km dari Islamabad, ibukota Pakistan.

Otoriti Pakistan telah membenarkan hal tersebut. Menurut mereka, majlis ulama setempat memerintahkan agar 6 orang tersebut dihukum kerana menyanyi dan menari bersama di Desa Gada. Padahal, di wilayah tersebut berlaku peraturan adat istiadat yang memisahkan lelaki dan wanita dalam pesta pernikahan.

"Ulama setempat mengeluarkan keputusan untuk menghukum mati empat wanita dan dua lelaki yang ada dalam video tersebut," ujar Ketua  polis  setempat, Abdul Majeed Afridi.

"Diputuskan bahawa lelakilah yang akan dihukum mati terlebih dulu, tapi mereka melarikan diri jadi ketika ini yang wanita masih aman. Saya telah mengirim tim khusus untuk menangkap mereka dan saya sedang menunggu khabar lebih lanjut," imbuhnya, sembari menambahkan keempat wanita yang dihukum mati  ketika ini menjadi tahanan rumah.

Lebih lanjut, Afridi menyebut, kes ini sebagai bentuk pertikaian sengit antara dua suku. Dia sendiri mengakui, tidak ada bukti yang menunjukkan bahawa para lelaki dan wanita tersebut berbaur dalam satu ruangan saat pesta pernikahan tersebut.

"Mereka semua terlihat terpisah dalam video. Saya telah melihat videonya di telepon genggam saya sendiri. Video itu menunjukkan empat orang wanita bernyanyi dan seorang pria menari secara terpisah dan kemudian terlihat seorang pria lainnya tengah duduk dalam adegan yang terpisah," terangnya.

"Ini adalah pertikaian antara suku. Video ini telah direkayasa untuk memfitnah salah satu suku," tandas Afridi.

Diketahui bahawa menurut catatan Komisi HAM Pakistan, sedikitnya 943 perempuan dibunuh kerana dianggap mencemarkan nama baik dan kehormatan keluarga. Statistik ini menunjukkan bahawa kaum perempuan di Pakistan masih diperlakukan seperti layaknya warga kelas dua.



sumber
 menujuhijau.
Read More..